Friday, 20 March 2015

NUSANTARA TELO

NUSANTARA TELO, sungguh ini merupakan hal yang unik, mengapa? karena  visi keinginan Nusantara Telo sendiri untuk memperluas manfaat Telo bagi bangsa Indonesia yang saat ini Telo masih dilihat sebagai makanan ndeso, kuno, dan kami ingin mempopulerkan Telo (singkong) guna tercapainya swasembada pangan Indonesia.

Di tahun 2015, banyak daerah di Indonesia sudah mulai giat menanam singkong guna membangun suatu bangsa yang berdaulat pangan. sebagai contoh Telo (singkong) dapat dijadikan Tepung yang dinamakan Tepung Mocaf, memiliki struktur hampir sama dengan tepung Terigu, bahkan kandungan gizi secara umum lebih bagus tepung mocaf dibandingkan tepung terigu yang bahan bakunya masih impor.

Nusantara Telo ingin berkontribusi dalam kedaulatan pangan Indonesia melalui Telo. Telo bisa dijadikan Tepung mocaf, tepung tapioka, BioEthanol, bahkan kulit singkong bisa dijadikan pakan ternak yang kaya akan gizi, dan masih banyak lagi diversifikasi produk yang dapat dihasilkan dari telo (singkong).

Kita mampu untuk berdaulat pangan, kita bisa melakukan itu, dan kita kedepannya ingin untuk mengurangi bahkan tidak impor bahan baku tepung terigu yang selama ini masih 100% bahan baku dari luar Indonesia. penyuluhan dan pelatihan kepada para pengusaha, mahasiswa, serta orang masyarakat yang tergerak naruni nya untuk berdaulat pangan guna mempercepat proses kedaulatan pangan di Indonesia.

Ayo lahir dan kembangkan para pejuang kedaulatan pangan di Indonesia. Nusantara Telo......

Thursday, 19 March 2015

TELO

Telo, kata yang sering dianggap sebagai hal kuno, ndeso, gak gaul, dan pokonya jauh dari trend kekinian (modern). namun sesungguhnya manfaat yang didapat dari telo sangatlah BANYAK, dan yang pasti bisa untuk menghilangkan lapar, :).

Telo diambil dari bahasa jawa, yang dalam bahasa Indonesia diberi nama Singkong. telo (singkong) dapat hidup hampir disemua media tanam. dari tanam kerikil, tanah bebatuan, tanah liat, tanah gambut, tanah dalam pot, dan lain sebagainya. sehingga hampir disemua daerah Nusantara Indonesia terdapat tanaman telo (singkong).

doc.pict st292059.sitekno.com
telo (singkong) inilah yang dimaksud dalam sebuah syair lagu terkenal "batang tongkat pun jadi tanaman", memang benar adanya, batang singkong bila hanya ditaruh saja dimedia tanam, batang itu akan sendirinya hidup dan mampu bertahan hidup walau minim air dan di segala media tanam.
 
ini sedikit contoh manfaat dari telo (singkong), bila ingin kurus makanlah umbi telo (singkong), bila ingin gemuk makan lah daun telo (singkong) dikutip dari Ari Sutikno. proses penyajiannya pun tidak lah sulit, umbi telo (singkong) direbus hingga matang ditandai dengan umbi terasa empuk bila ditekan pakai sendok atau garpu. cara penyajian daun singkong pun sama, hanya dilakukan dengan cara perebusan dengan air hingga matang.

lestarikan TELO


Wednesday, 18 March 2015

NUSANTARA

Nusantara, kata yang sungguh sangat mempunyai nilai tinggi bagi bangsa Indonesia. Hampir semua masyarakat di Negara Indonesia mengenal kata NUSANTARA. sebenarnya apa yang membuat kata NUSANTARA bisa dikenal oleh semua masyarakat Indonesia???

Bukan rahasia lagi, kalo NUSANTARA berasal dari kata NUSA dan ANTARA, yang mempunyai makna NUSA  dalam bahasa jawa artinya PULAU dan ANTARA dalam bahasa melayu artinya sela/antar/pemisah, sehingga NUSANTARA mempunyai makna negara/bangsa yang terpisah antar pulau namun dikuasai oleh satu bangsa.

dikutip dari wikipedia.com bahwa nusantara tercatat pertama kali dalam literatur berbahasa jawa untuk menggambarkan konsep kenegaraan yang dianut Majapahit. Setelah sempat terlupakan, pada awal abad ke-20 istilah ini dihidupkan kembali oleh Ki Hajar Dewantara sebagai salah satu nama alternatif untuk negara merdeka pelanjut Hidia-Belanda yang belum terwujud.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/71/Majapahit_Empire.svg/781px-Majapahit_Empire.svg.png
doc.pict  wikipedia

NUSANTARA muncul dari seorang Patih Kerajaan Majapahithttps://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7127891640583029081#editor/target=post;postID=1641365714557271467 yang gagah berani yakni Patih Gajah Mada, berikut Kutipannya "Sira Gajah Mada Patih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada, “Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tañjung Pura, ring Haru, ring pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa”.
(Beliau Gajah Mada Patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa. Ia Gajah Mada, “Jika telah mengalahkan nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seran, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru akan) melepaskan puasa”.)
  • Gurun = Nusa Penida
  • Seran = Seram
  • Tañjung Pura = Kerajaan Tanjungpura, Ketapang, Kalimantan Barat
  • Haru = Sumatra Utara (ada kemungkinan merujuk kepada Karo)
  • Pahang = Pahang di Semenanjung Melayu
  • Dompo = Dompu, sebuah daerah/kabupaten di pulau Sumbawa
  • Bali = Bali
  • Sunda = Kerajaan Sunda
  • Palembang = Palembang atau Kerajaan Sriwijaya
  • Tumasik = Singapura
Kini kebanyakan sejarawan Indonesia percaya bahwa konsep kesatuan Nusantara bukanlah pertama kali dicetuskan oleh Gajah Mada dalam Sumpah Palapa pada tahun 1336, melainkan dicetuskan lebih dari setengah abad lebih awal oleh Kertanegara pada tahun 1275. Sebelumnya dikenal konsep Cakrawala Mandala Dwipantara yang dicetuskan oleh Kertanegara, raja Singasari. Dwipantara adalah kata dalam bahasa sansekerta untuk "kepulauan antara", yang maknanya sama persis dengan Nusantara, karena "dwipa" adalah sinonim "nusa" yang bermakna "pulau". Kertanegara memiliki wawasan suatu persatuan kerajaan-kerajaan Asia Tenggara di bawah kewibawaan Singhasari dalam menghadapi kemungkinan ancaman serangan Mongol yang membangun Dinasti YUAN di Tiongkok.

Karena alasan itulah Kertanegara meluncurkan Ekspedisi Pamalayu untuk menjalin persatuan dan persekutuan politik dengan kerajaan Malayu Dharmasraya di Jambi. Pada awalnya ekspedisi ini dianggap penakhlukan militer, akan tetapi belakangan ini diduga ekspedisi ini lebih bersifat upaya diplomatik berupa unjuk kekuatan dan kewibawaan untuk menjalin persahabatan dan persekutuan dengan kerajaan Malayu Dharmasraya. Buktinya adalah Kertanegara justru mempersembahkan Arca Amoghapasa sebagai hadiah untuk menyenangkan hati penguasa dan rakyat Malayu. Sebagai balasannya raja Melayu mengirimkan putrinya; Dara Jingga dan Dara Petak ke Jawa untuk dinikahkan dengan penguasa Jawa.

satu kata untuk bangsa ini, NUSANTARA.